Transparan Lampung. com,Pesawaran - Sekompok orang dari Timses calon bupati Pesawaran diduga telah meresahkan warga malah hampir chaos dengan warga lainya sehingga membuat Ketua Forum Masyarakat Pesawaran Bersatu (FMPB) Mursalin angkat bicara.
Menurut Mursalin dirinya sangat menyayangkan sikap pendukung salah satu calon yang sudah menyebabkan kegaduhan di tengah masyarakat pesawaran menjelang pelaksanaan Pilkada Pesawaran.
"Saya secara pribadi ditelpon masyarakat Sukaraja yang resah, jadi saat hadir di sana mereka meminta untuk membuka Balai Desa, jelas kita tolak,karena sudah jam 12 malam,hidup kan perlu pakai aturan,"sesalnya.
Ditegaskan Mursalin,saat dilakukan pengecekan yang di dampingi oleh polsek setempat bersama bawaslu ternyata apa yang mereka cari tidak ada dan disaksikan seluruh elemen aparat.
"Ternyata kan tidak ada apa yang sudah dituduhkan, semalam masyarakat hampir chaos, artinya kegiatan mereka ini berpotensi menyebabkan huru-hara, jadi tidak bisa didiamkan gerakan-gerakan seperti ini," tegasnya.
Senada juga di ungkapkan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Pesawaran Erland Syofandi mengaku geram dengan adanya gerakan pendukung calon Bupati Aries Sandi yang sudah membuat gaduh suasana ditengah masyarakat.
"Kalau cuma modal kecurigaan lalu minta semua di cek ya mau jadi apa Pesawaran ini, masa pemilihan masih 2 bulan lagi, janganlah membuat masyarakat terpecah belah," tukasnya.
Erland berujar, calon Bupati harus dapat menjaga kondusifitas dan bisa menahan pendukung agar tidak membuat kegaduhan.
"Jangan takut kalah sebelum bertempur, kampanye saja ke tengah masyarakat, kalau laku ya menang, tapi kalau tidak laku jangan pakai cara picik,"tegasnya.
Diketahui sekelompok orang yang diduga dari salah satu timses calon bupati ini mendatangi Balai Desa Sukaraja, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran mereka mencurigai adanya banner salah satu calon Bupati Pesawaran di ruang kerja Penjabat (Pj) Kades Sukaraja Widiyantoro.
Selompok orang ini mamaksa Penjabat (Pj) Kades Sukaraja Widiyantoro untuk membuka Balai desa padahal waktu sudah menunjukan jam 12:00 malam.
Setalah dilakukan pemerikasan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesawaran dan disaksikan oleh pihak kepolisian tidak ditemukan apa yang dituduhkan.Hanya ditemukan sttiker lama tanpa nomor urut.
"Tidak ada banner, hanya stiker yang ditemukan tanpa nomor urut," kata anggota Bawaslu Pesawaran, Oktiyas Afriza, Senin (7/10/2024).
Ditambahkan Tyas, pihaknya masih mendalami dan melakukan pengecekan apakah masuk pelanggaran pilkada atau tidak.
"Kalau masalah pelanggaran sampai saat ini belum ada, nanti Bawaslu akan mengeluarkan pers rilisnya hasil pemeriksaannya ,"pungkasnya (*).

0 Komentar