Andi Saputra: Mengatasi Maraknya Kenakalan Remaja Menjadi Tanggung Jawab Semua Pihak


Transparanlampung.com-Bandar Lampung- 
Aksi kekerasan remaja yang menyerupai perilaku gangster menjadi perhatian serius di Pemerintah Kota Bandar Lampung salah satunya dari Camat Langkapura,Andi Saputra Kesuma, S.E., M.M.yang menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena tersebut.

Menurutnya bahwa Tren ini mencuat pasca-pandemi COVID-19, dengan modus yang mengejutkan dengan melakukan kekerasan demi membuat konten media sosial.Parahnya lagi para pelaku ini sebagian besar masih berstatus pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Anak-anak ini ngapain,seperti ini kan aneh,hanya untuk konten mereka tidak tau risiko besar yang diambil remaja demi eksistensi di dunia maya,"kata Andi Saputra saat berada di ruangannya Kamis, (10/07/2025).

Lebih lanjut Andi Saputra juga menjelaskan bahwa kenakalan remaja yang terjadi saat ini tidak lagi sekadar tawuran antar kelompok.Mereka yang tergabung dalam kelompok "gangster" kerap menyerang secara acak, bahkan tanpa musuh yang jelas.Ketika target utama tidak hadir, orang yang tidak bersalah di jalan pun bisa menjadi korban.

“Ya,Motif mereka kini lebih mengarah pada pengakuan sosial di media. Risikonya besar, dari cedera serius hingga kematian, bahkan hukuman penjara,”jelasnya.

Nah lanjut dia untuk mengantisipasi hal ini, tentunya kami dari aparat Kecamatan Langkapura bersama pihak kepolisian dan elemen lainnya mengintensifkan patroli gabungan, terutama di akhir pekan. Patroli yang dijuluki "tembak mata" ini difokuskan untuk membubarkan kerumunan remaja yang dicurigai akan melakukan tindakan kekerasan.

“Kalau kami turun sendiri, bukan takut dibacok, tapi takutnya malah kami yang jadi sasaran narasi negatif. Makanya harus gabungan dan terkoordinasi,”kata Andi Saputra.

Andi Saputra juga menjelaskan bahwa dalam penanganan masalah ini Selain patroli, pendekatan terhadap orang tua juga dilakukan sebagai upaya pencegahan.Anak yang tertangkap melakukan tawuran secara berulang, kata Andi, akan dikenai tindakan lebih tegas demi masa depan mereka sendiri.

"Tentunya pengaruh besar dalam penanganan hal ini tak lain adalah pran penting dari orang tua itu sendiri yang bisa memberikan pelajaran etika dan  moral terhadap anak,"ucapnya. 

Selain itu juga tentu harus adanya  koordinasi dengan pihak sekolah juga terus digiatkan, sebab mayoritas aksi terjadi di luar jam pelajaran.Edukasi tentang bahaya kenakalan remaja juga dilakukan melalui kegiatan sosialisasi di sekolah-sekolah.

"intinya untuk mengatasi kenakalan remaja bukan hanya tanggung jawab orang tua,tapi juga sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Penanganan yang tepat dan kerja sama semua pihak akan membantu remaja tumbuh menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab,"jelasnya lagi.

Dan tak hanya itu,DPRD Bandar Lampung bahkan mengusulkan penerapan Peraturan Wali Kota (Perwali) mengenai jam malam bagi pelajar sebagai langkah preventif.

"Kalau kita semua bergerak bersama, anak-anak bisa lebih terarah dan fokus ke masa depan yang lebih positif,”pungkasnya (Hani/ydn).

0 Komentar