Zahra bukan hanya kebanggaan institusi Polri, tetapi juga lambang keberhasilan pendidikan dalam keluarga. Sang ayah, Abrianto, S.Sos, merupakan seorang karyawan swasta yang telah lama dikenal sebagai pribadi yang gigih, jujur, dan bertanggung jawab dalam pekerjaan maupun dalam perannya sebagai kepala keluarga. Sedangkan ibunya, Yuyun Yuningsih, adalah seorang ibu rumah tangga yang penuh kesabaran dan kehangatan dalam membesarkan serta membimbing anak-anaknya.
Dididik dalam lingkungan sederhana namun sarat nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, dan semangat juang, Zahra tumbuh menjadi sosok perempuan tangguh dan inspiratif. Ia adalah anak pertama dari dua bersaudara, di mana sang adik, Lelaki Restu Bhumi, juga dikenal memiliki semangat belajar dan rasa hormat tinggi kepada keluarga.
"Sejak kecil, Zahra telah menaruh minat besar pada dunia kepolisian. Bukan hanya sekadar cita-cita masa kecil, tetapi juga keyakinan bahwa menjadi bagian dari Polri adalah jalan untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Dukungan moral yang luar biasa dari keluarga menjadikan langkah Zahra mantap dalam menempuh pendidikan dan melewati setiap tahapan seleksi Akpol yang terkenal sangat ketat.
Dengan ketekunan dan semangat pantang menyerah, Zahra akhirnya diterima sebagai taruna di Akademi Kepolisian. Ia menjalani empat tahun pendidikan dengan penuh dedikasi, menghadapi berbagai tantangan fisik, mental, dan intelektual. Hasilnya, prestasi gemilang pun diraih — Ipda Zahra tercatat sebagai satu dari Polwan terbaik secara nasional, mewakili keterwakilan 38 provinsi, dan berhasil meraih peringkat ke-9.
"Pelantikan Ipda Zahra menjadi simbol keberhasilan perjuangan dan pembuktian bahwa perempuan muda pun mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan negara. Dengan penuh rasa syukur, keluarga besar Abrianto dan Yuyun Yuningsih mengadakan acara syukuran sederhana namun penuh makna sebagai bentuk rasa terima kasih kepada Allah SWT atas karunia dan pencapaian luar biasa sang putri.
Dalam penempatan awal tugasnya, Ipda Zahra akan mengabdi di wilayah hukum Polda Sulawesi Tenggara, sebuah tantangan nyata pertama di lapangan yang akan menguji integritas dan dedikasi Zahra sebagai aparat penegak hukum.
Sang adik, Restu Bhumi, mengucapkan rasa syukurnya dan kekagumannya serta memberikan doa terbaiknya atas keberhasilan kakak zahra.
Iya merupakan bukan hanya inspiratif bagi saya tapi juga merupakan contoh Generasi Muda lainnya.
Sementara itu Abrianto dan Ibu Yuyun pun tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Bagi mereka, keberhasilan Zahra adalah buah dari kesabaran, kerja keras, serta ketekunan seluruh anggota keluarga dalam mendidik, mendoakan, dan membimbing putri sulung mereka.
Selamat bertugas, Ipda Zahra Maulidya Abri. Jayalah selalu, Bhayangkara Muda Negeri!
0 Komentar