transparanlampung.com(Unila)---: Mahasiswa Universitas Lampung (Unila) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Rafifah Kariman, mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, berhasil meraih Juara 1 untuk jenjang sarjana, dan Risma Amalia, mahasiswa Program Studi D-3 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), meraih Juara 2 untuk jenjang diploma dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat wilayah.
Kompetisi ini diselenggarakan oleh LLDikti Wilayah II pada, Jumat 11 Juni 2025 di Hotel Aston, Palembang. Kegiatan ini diikuti 73 peserta dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).
Dalam ajang tersebut, para mahasiswa didampingi tiga dosen pembimbing yang turut hadir langsung ke lokasi kompetisi, yakni Dr. Arie Fitria, Dr. Agustiansyah, dan Dr. Neli Aida. Kehadiran para dosen pendamping ini memberikan dukungan akademik dan moral yang signifikan bagi para finalis selama mengikuti rangkaian kegiatan Pilmapres di tingkat wilayah.
Atas capaian tersebut, Rafifah akan melanjutkan perjuangannya mewakili LLDIKTI Wilayah II ke ajang Pilmapres Tingkat Nasional, bersaing dengan mahasiswa terbaik dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan gelar Mahasiswa Berprestasi Nasional.
Keduanya tampil unggul berkat capaian akademik, prestasi organisasi, karya tulis ilmiah, serta gagasan kreatif yang dipresentasikan di hadapan dewan juri. Persiapan menuju kompetisi ini pun tidak mudah, mereka harus melalui seleksi berjenjang mulai dari tingkat fakultas hingga universitas, dan berusaha menampilkan performa terbaik di setiap tahap.
Rafifah menyampaikan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah perubahan mendadak format penilaian gagasan kreatif. Presentasi yang awalnya disiapkan dalam bentuk PowerPoint berbahasa Inggris harus diubah menjadi poster berbahasa Indonesia, sementara selama ini ia terbiasa dilatih menggunakan format berbahasa Inggris.
“Saya baru mengetahui format presentasinya berubah dari PowerPoint berbahasa Inggris menjadi poster dalam Bahasa Indonesia. Akhirnya saya harus mempersiapkan semuanya dalam waktu H-1 sebelum kompetisi berlangsung,” ujarnya.
Meski penuh tekanan, ia merasa justru di situlah letak keseruannya. “Melihat semua finalis tampil maksimal, tegang, tapi saling menyemangati, membuat pengalaman ini tidak akan terlupakan,” tambahnya.
Baik Rafifah maupun Risma mengaku tidak menyangka akan meraih prestasi tersebut. Mereka merasa bangga dan terharu atas hasil yang dicapai, terlebih setelah melalui proses seleksi yang panjang dan menantang. Bagi Rafifah, ini menjadi salah satu momen paling berkesan dalam hidupnya sekaligus pengingat bahwa perjuangan belum selesai.
Rafifah berpesan bahwa prestasi bukan hanya soal menang, tapi tentang keberanian untuk mencoba dan terus berkembang. Ia mengajak mahasiswa lain untuk tidak menunggu sempurna untuk mulai bergerak.
Temukan hal yang kamu pedulikan, tekuni yang kamu cintai, dan jangan takut gagal di awal. Banyak hal besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Yang terpenting, rayakan prosesnya, bukan hanya hasilnya. [Magang_Cindy Adelia]
0 Komentar