Transparan Lampung.com, Pesawaran - Puluhan hingga ratusan hektar lahan persawahan milik warga di Aatakh Tengah Desa Sukajaya Pedada terancam tidak bisa digarap akibat aliran air dari kali yang menjadi sumber irigasi tertutup oleh sedimentasi akibat banjir melanda yang terjadi pada Selasa (29/07/2025) lalu.
Hal ini menyebabkan air tidak bisa mengalir ke saluran irigasi yang mengairi areal persawahan terutama di Atakh Tengahan wilayah Desa Sukajaya dan desa lainya di Kecamatan Punduh Pedada kabupaten Pesawaran.
Tentunya dengan kejadian ini para petani mengaku khawatir gagal tanam musim ini karena sawah mereka tidak mendapat pasokan air.biaasanya aliran kali tersebut menjadi tumpuan utama untuk mengairi sawah terutama saat musim tanam padi.
“Kejadian ini disebabkan terjadinya banjir beberapa Minggu lalu air tidak mengalir, karna tertutup akibat sedimen yang menutupi saluran irigasi padahal ini waktu mulai tanam.Kalau di biarkan begini terus, bisa gagal tanam,”kata Saadi selaku Kades Sukajaya Pidada saat dihubungi wartawan pada Rabu (06/08/2025).
Menurut Saadi bahwa tertutupnya aliran kali ini diduga akibat timbunan lumpur, akibat longsor terjadinya banjir yang melanda di kecamatan Punduh Pedada sehingga aliran air ini semua tertumpah di Desa Banding Agung dan tidak bisa mengalir ke Desa Sukajaya lataran tertutup saluran nya.
"Saya berharap kepada pemerintah daerah atau instansi terkait segera melakukan normalisasi dan menurunkan alat berat agar aliran air kembali lancar,"ucapnya.
Lebih lanjut Saadi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan ke pihak kecamatan agar di teruskan dinas terkait seperti Dinas BPBD, Dinas Pertanian dan Dinas PU Pesawaran, berharap ada penanganan segera sebelum musim tanam berakhir.
“Kalau tidak cepat ditangani, dampaknya bukan hanya gagal tanam, tapi juga bisa menimbulkan kerugian ekonomi bagi warga desa,"tegasnya.
Saadi juga menambahkan bahwa selain dampak gagalnya untuk menggarap sawah kekeringan air juga akan berdampak di dua dusun yakni Dusun seperti Dusun induk dan Dusun Lakaran dikarenakan sumber air dari kali itu merupakan kebutuhan pokok untuk mandi dan cuci pakaian.
"Kalau tidak segera di tanganin tentunya akan berdampak ke masyarkat di dua dusun Didesa Sukajaya Pedada karna masyarakat mengandalkan air dari kali tersebut, Sumur warga kering mau ngandelin Air PDAM juga sepertinya tidak menunjang ,"tegas Saadi.
Sementara itu selaku pihak kecamatan Punduh Pedada melalui sekcam Kecamatan Punduh Pedada Usep Abdul Somad, membenarkan adanya hal ini dan pihak kecamatan segara akan turun meninjau lokasi untuk menindak lanjuti laporan ini.
"Ya,tadi pak kades Sukajaya Pedada sudah sudah melaporkan hal ini kepihak kecamatan dan hari ini kita langsung turun kelokasi,dan nanti kita akan tembuskan laporan ini kepihak dinas BPBD ,Dinas Pertanian dan Dinas PU agar segera di tindaklanjuti ,"tegasnya (ydn).
0 Komentar