Transparan Lampung.com,Pesawaran- Kepala Desa Rusaba Kecamatan Punduh Pedada Bahrudin ,menyatakan dukungan penuh sekaligus mendesak pihak dinas terkait untuk segera memperbaiki saluran kali yang tertutup di wilayah Desa Sukajaya Pedada akibat banjir melanda beberapa Minggu lalu.
Menurut Bahrudin, bahwa tertutupnya kali yang mengairi air untuk areal pesawahan di Atakh Tengah ini dikhawatirkan menghambat aliran air untuk irigasi,sehingga berpotensi mengganggu aktivitas pertanian warga, salah satunya juga yang terkena dampak adalah petani dari warga di Desa Rusaba.
"Ya,kondisi saluran kali yang tertutup telah terjadi sejak beberapa waktu lalu.Akibatnya, aliran air menuju sawah-sawah milik petani menjadi terhambat,"kata Bahrudin saat menghubungi Wartawan Senin (11/08/2025).
“Nah,saya selaku kepala Desa Rusaba berharap pihak dinas segera turun tangan melakukan perbaikan.Ini sangat penting untuk kelangsungan tanam padi warga,”ucapnya.
Tentunya kata Bahrudin dampak dari tertutupnya saluran kali tersebut.Selain mengancam kelancaran irigasi, hal ini juga dikhawatirkan dapat memicu kekeringan air yang berpotensi kekeringan sumur-sumur warga terutama di Desa Sukajaya Pedada.
Nah,dengan demikian kata dia tentunya dari pemerintahan Desa Rusaba bersama masyarakat siap memberikan dukungan,termasuk membantu proses pembersihan jika diperlukan, agar perbaikan dapat berjalan cepat dan efektif. Tentunya dari pihak dinas terkait segera turun menyelesaikan maslah ini.
“Kami dari warga desa Rusaba ingin masalah ini segera selesai, sebelum musim tanam berikutnya dimulai karna saat di sudah mulai para mau menggarap sawah mereka ,”tegasnya.
Berita sebelumnya Puluhan hingga ratusan hektar lahan persawahan milik warga di Aatakh Tengah Desa Sukajaya Pedada beberapa desa lainya terancam tidak bisa digarap akibat aliran air dari kali yang menjadi sumber irigasi tertutup oleh sedimentasi akibat banjir melanda yang terjadi pada Selasa (29/07/2025) lalu.
Hal ini menyebabkan air tidak bisa mengalir ke saluran irigasi yang mengairi areal persawahan terutama di Atakh Tengahan wilayah Desa Sukajaya dan desa lainya di Kecamatan Punduh Pedada kabupaten Pesawaran.
Tentunya dengan kejadian ini para petani mengaku khawatir gagal tanam musim ini karena sawah mereka tidak mendapat pasokan air.biaasanya aliran kali tersebut menjadi tumpuan utama untuk mengairi sawah terutama saat musim tanam padi.
“Kejadian ini disebabkan terjadinya banjir beberapa Minggu lalu air tidak mengalir, karna tertutup akibat sedimen yang menutupi saluran irigasi padahal ini waktu mulai tanam.Kalau di biarkan begini terus, bisa gagal tanam,”kata Saadi selaku Kades Sukajaya Pidada saat dihubungi wartawan pada Rabu (06/08/2025).
Menurut Saadi bahwa tertutupnya aliran kali ini diduga akibat timbunan lumpur, akibat longsor terjadinya banjir yang melanda di kecamatan Punduh Pedada sehingga aliran air ini semua tertumpah di Desa Banding Agung dan tidak bisa mengalir ke Desa Sukajaya lataran tertutup saluran nya.
"Saya berharap kepada pemerintah daerah atau instansi terkait segera melakukan normalisasi dan menurunkan alat berat agar aliran air kembali lancar."ucapnya.
Lebih lanjut Saadi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan ke pihak kecamatan agar di teruskan dinas terkait seperti BPBD, Pertanian dan Dinas PU berharap ada penanganan segera sebelum musim tanam berakhir.
“Kalau tidak cepat ditangani, dampaknya bukan hanya gagal tanam, tapi juga bisa menimbulkan kerugian ekonomi bagi warga,” tegasnya,"tegasnya.
Lebih lanjut Saadi juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan ke pihak kecamatan agar di teruskan dinas terkait seperti Dinas BPBD, Dinas Pertanian dan Dinas PU Pesawaran, berharap ada penanganan segera sebelum musim tanam berakhir.
“Kalau tidak cepat ditangani, dampaknya bukan hanya gagal tanam, tapi juga bisa menimbulkan kerugian ekonomi bagi warga desa,"tegasnya.
Saadi juga menambahkan bahwa selain dampak gagalnya untuk menggarap sawah kekeringan air juga akan berdampak di dua dusun yakni Dusun seperti Dusun induk dan Dusun Lakaran ,dikarenakan sumber air dari kali itu merupakan kebutuhan pokok untuk mandi dan cuci pakaian.
"Kalau tidak segera di tanganin tentunya akan berdampak ke masyarkat di dua dusun Didesa Sukajaya Pedada karna masyarakat mengandalkan air dari kali tersebut, Sumur warga kering mau ngandelin Air PDAM juga sepertinya tidak menunjang ,"tegas Saadi.
Sementara itu selalu pihak kecamatan Punduh Pedada melalui sekcam Kecamatan Punduh Pedada Usep Abdul Somad, membenarkan adanya hal ini dan pihak kecamatan segara akan turun meninjau lokasi untuk menindak lanjuti laporan ini
"Ya,tadi pak kades Sukajaya Pedada sudah sudah melaporkan kepihak kecamatan dan hari ini kita langsung turun kelokasi,dan nanti kita akan tembuskan laporan ini kepihak dinas BPBD ,Dinas Pertanian dan Dinas PU agar segera di tindak lanjuti ,"tegasnya (ydn).

0 Komentar