Pemkab Lampung Selatan Tinjau Proyek Jalan Lematang, Hasil Hammer Test Tegaskan Beton Berkualitas Baik


transparanlampung.com//Lampung Selatan —
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melakukan peninjauan langsung terhadap progres pekerjaan rekonstruksi Jalan Lematang–Batas Kota Bandar Lampung pada Senin (17/11/2025). Peninjauan ini dilakukan sebagai bentuk transparansi sekaligus respons cepat terhadap kritik publik terkait dugaan penggunaan material berkualitas rendah pada proyek tersebut.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Sabah Balau Pujianto SE, konsultan teknis Andra, PPK Maulana, KUPT PU Tanjung Bintang Andi Tanamal, serta perwakilan masyarakat dan sejumlah tokoh lingkungan. Peninjauan dilakukan dengan tujuan memastikan bahwa seluruh tahap pekerjaan konstruksi sesuai standar teknis sekaligus memberi ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung proses pengujian material di lapangan.

Cegah Polemik, Pemkab Lakukan Pengujian Material Terbuka di Lapangan

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah warga menyampaikan keluhan dan kekhawatirannya tentang kualitas material yang digunakan, khususnya terkait batu pecah dan mutu beton. Menanggapi hal tersebut, Pemkab Lampung Selatan memilih untuk tidak hanya mengeluarkan klarifikasi, tetapi juga menggelar pengujian material secara langsung dan terbuka di hadapan masyarakat.


Pengujian yang dilakukan meliputi uji batu, uji beton, serta Hammer Test pada beberapa slab beton yang telah dicor. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proyek yang menggunakan anggaran publik tersebut benar-benar memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan.

Kabid Bina Marga: Semua Material Telah Melalui Standar Pengawasan

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Lampung Selatan, Hasanudin, menegaskan bahwa tidak ada material yang digunakan tanpa mengikuti prosedur teknis serta pengawasan berlapis.


“Sekarang tidak ada lagi penilaian kualitas hanya berdasarkan warna batu. Yang kami jadikan rujukan adalah hasil uji laboratorium. Batu untuk pasangan harus batu gunung dengan tingkat kekerasan tertentu. Kami melengkapi semua pekerjaan dengan uji beton dan uji batu agar bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya.


Menanggapi adanya retakan kecil pada permukaan jalan beton, Hasanudin menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari proses alami yang disebut shrinkage atau penyusutan awal beton.


“Beton tidak bisa dinilai pada umur tujuh hari. Yang menentukan adalah uji laboratorium pada hari ke-28. Jadi kalau ada shrinkage tipis, itu normal, selama tidak menyebabkan kerusakan struktural,” katanya.


Penjelasan tersebut diberikan untuk meluruskan kekhawatiran sebagian warga yang menduga retakan awal menandakan mutu beton rendah.

Hasil Uji Material: Kekuatan Batu dan Nilai Hammer Test Sangat Memadai

Konsultan teknis proyek, Andra, memaparkan hasil uji kekuatan batu yang dilakukan sebelumnya. Ia mengungkapkan bahwa kekuatan tekan batu mencapai 52 MPa, jauh melampaui standar minimal teknis yang hanya mensyaratkan 6 MPa.


“Hasil uji batu 52 MPa. Standarnya hanya 6 MPa. Artinya material yang digunakan sangat keras dan sangat memenuhi syarat,” ujarnya.


Selain itu, pada saat peninjauan lapangan, tim melakukan Hammer Test pada beberapa titik slab beton untuk mengetahui nilai kekerasan permukaan (surface hardness). Nilai-nilai Hammer Test tersebut relatif merata dan menunjukkan kondisi baik.

Ringkasan Hasil Hammer Test Lapangan:

Set 1: 8.55 • 9.59 • 10.52 • 11.57 • 12.59 • 17.78 • 15.06 • 16.58

Set 2: 9.22 • 10.22 • 11.29 • 12.23 • 13.22 • 14.18 • 19.18 • 16.23


Nilai-nilai tersebut menandakan bahwa permukaan beton berada dalam kondisi baik, tidak menunjukkan gejala penurunan mutu, dan konsisten di hampir semua titik pengujian.


Kepala Desa Sabah Balau, Pujianto, yang turut menyaksikan langsung proses pengujian, memberikan apresiasi atas langkah transparan yang dilakukan pemerintah.


“Saya lihat sendiri prosesnya, dan hasilnya lebih dari cukup. Berarti kualitasnya memang paten,” tegasnya.

Progres Capai 80 Persen, Pelaksana Proyek Pastikan Ikut Spesifikasi

Pelaksana lapangan proyek, Jejet Apriadi, melaporkan bahwa progres pekerjaan kini telah mencapai sekitar 80 persen, dengan beberapa tahapan tinggal menyelesaikan pengerjaan akhir sebelum proses finishing dan pengecekan final.


“Terima kasih kepada masyarakat yang ikut mengawasi. Semua pekerjaan kami pastikan mengikuti spesifikasi teknis dan hasil laboratorium. Pengawasan berlapis tetap kami jalankan,” kata Jejet.


Ia menambahkan bahwa setiap temuan atau masukan dari warga akan selalu ditindaklanjuti, karena pihaknya ingin memastikan kualitas akhir pembangunan dapat dinikmati dalam jangka panjang.

Warga Apresiasi Pemerintah: Jalan yang Lama Rusak Kini Jadi Aset Desa

Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Sabah Balau juga menyampaikan rasa terima kasih warga kepada Bupati Lampung Selatan dan Wakil Bupati Radityo Egy Pratama, yang telah merealisasikan pembangunan jalan yang selama bertahun-tahun dikeluhkan masyarakat.


“Dulu jalan ini seperti comberan. Banyak lubang, becek, dan membahayakan pengendara. Sekarang Alhamdulillah, paten! Kami sangat berterima kasih,” ucapnya.


Masyarakat menilai pembangunan jalan ini tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi, pendidikan, serta mobilitas sehari-hari warga.

Pemkab Tegaskan Komitmen Transparansi dan Kualitas

Pemkab Lampung Selatan menyatakan bahwa peninjauan dan pengujian langsung di lapangan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menjaga transparansi, memperkuat pengawasan, serta memastikan bahwa setiap pembangunan infrastruktur menggunakan material sesuai standar.


“Kritik dari masyarakat itu penting. Dengan uji material terbuka seperti ini, semua pihak bisa melihat proses dan hasil secara objektif,” ujar salah satu pejabat yang hadir.


Dengan langkah ini, pemerintah berharap kepercayaan publik terhadap proses pembangunan semakin meningkat, sekaligus memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

(/Red)

0 Komentar