Brigjen Pol Hengki Haryadi Menjadi Wakapolda Provinsi Riau

 

transparanlampung.com///Riau---Tak semua perwira Polri ditempa oleh ruang kerja yang nyaman. Brigjen Pol Hengki Haryadi adalah salah satunya. Kariernya tidak lahir dari jalan pintas, melainkan dari lorong panjang pengabdian, dimulai di daerah rawan konflik hingga memimpin penegakan hukum di jantung ibu kota.


Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 ini memulai tugas pertamanya di Polres Dili pada 1997, ketika Timor Timur masih menjadi bagian dari Indonesia. Bagi Hengki muda, tugas itu bukan sekadar penempatan awal, tetapi sekolah kehidupan. Di sana ia belajar bahwa menjadi polisi bukan hanya soal kewenangan, melainkan keberanian mengambil risiko demi negara dan masyarakat.


Pengalaman lapangan itu membentuk karakternya: tegas, disiplin, dan tak mudah goyah. Ketika ditugaskan di Polda Lampung, Hengki memilih tetap dekat dengan kerja-kerja reserse. Dari Kasat Reskrim Polres Tulangbawang hingga Kasat Reskrim Polrestabes Bandar Lampung, ia dikenal sebagai perwira yang tak segan turun langsung ke lapangan, mendengar keluhan warga, dan menuntaskan perkara tanpa kompromi.Rabu (24/12/2025)


Keuletannya menarik perhatian pimpinan. Tahun 2010, Hengki dipercaya bertugas di Polda Metro Jaya—wilayah dengan kompleksitas kejahatan tertinggi di Indonesia. Jabatan demi jabatan ia emban, dari Kapolsek Metro Gambir, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, hingga Kapolres Metro Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. Di setiap posisi, satu prinsip selalu ia pegang: hukum harus hadir untuk melindungi yang lemah.


Saat menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Hengki menegaskan sikapnya terhadap premanisme. “Negara tidak boleh kalah oleh preman,” ucapnya berulang kali. Prinsip itu ia buktikan melalui penindakan tegas terhadap kelompok-kelompok yang mengganggu ketertiban, termasuk dalam konflik perebutan lahan dan praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat kecil.


Di bidang pemberantasan narkotika, rekam jejak Hengki juga meninggalkan jejak kuat. Ia memimpin pengungkapan jaringan narkoba lintas daerah dan lintas negara, dari ganja hingga sabu dalam jumlah besar. Keteguhan dan konsistensinya bahkan mendapat pengakuan internasional (Herwan)

0 Komentar