Tabligh Akbar, Dzikir dan Doa Bersama Majelis Istighosah Al Kautsar, Sekaligus Haul Ke 3 Al Maghfurlah Abah KH Abdul Ghofur Sukses Digelar

transparanlpunh.com///Bandar Lampung - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1446 H/2026 M, Majelis Istighosah Al Kautsar melaksanakan Pengajian Tabligh Akbar sekaligus Haul Akbar yang ke 3 Al-Maghfurlah Abah KH. Abdul Ghofur serta Perum Bukit Bakung Indah Berdzikir dan Bersholawat di Jalan utama Perum Bukit Bakung Indah, Sabtu (31/01/2026) Malam.


Rangkaian acara diisi dengan Khataman Al Qur'an 30 Juz dan Pembacaan Surat Yasin, Tahlil dan doa oleh santriwan/santriwati Yayasan yatim piatu dan dhuafa Surya Mandiri, sebelum acara inti Istighosah dan Ceramah Agama. 


Acara ini dihadiri Gubernur Lampung diwakili Kadis Kominfotik Ganjar Jationo, SE, M.AP, Wakil Walikota Bandar Lampung Dr. Hi. Dedy Amarullah, Kemenag Balam, Danramil, Polsek TKT, PLT Camat, Lurah setempat, Pimpinan Ormas, NU, Para Kiay Pimpinan Ponpes se-Bandar Lampung, Pembina Majelis Istighosah Al Kautsar Hi.Juprius, Ketua Majelis Ust. Hi. Hulman Ardhinata, Para Dewan Guru dan tamu undangan.

Acara yang dihadiri 1000 orang lebih jama'ah dan tamu undangan berlangsung meriah, tamu yang hadir terus mengalir, meski sempat turun hujan, tidak mengurangi antusias jama'ah tetap Istiqomah mengikuti rangkaian Acara hingga selesai 


Penceramah Prof Dr. Abah KH. Zainul Abidin, menyampaikan, bahwa Haul Al Maghfurlah Abah KH. Abdul Ghofur adalah Haul yang Khususiyah, karena beliau adalah seorang Ulama sekaligus Kiayi. Untuk itu beliau juga menjelaskan untuk mencapai maqom kewalian itu setidaknya seperti yang dijelaskan oleh Syekh Imam Junaidi Al Baghdadi yaitu; 1. Toriqohnya Cinta kepada Ulama dan Kiayi atau berkhidmat kepada Ulama dan Kiayi berarti telah berkhidmat kepada Baginda nabi Muhammad SAW, 2. Ayatul Istiqomah wal Ibadah, yaitu Istiqomah dalam beribadah. Sesungguhnya dengan ber-istiqomah akan melahirkan karomah-karomah dalam hidupnya. 3. Qiyamullail atau Tahajjud, 4. Bersabar atau diam saat dimarahi istri, 5. Ambil jalur Kewalian Ashabul Kahfi yaitu tidur. Namun tertidurnya saat mewiridkan "Robbana Atina Min Ladunka Rohmatan Wahayyiklana Min Amrina Rosyada," (Berwudu terlebih dahulu, sholat Sunnah, bersihkan tempat tidur, siapkan agar menghadap kiblat, lalu membaca Qul Muawidzatain, Ayat kursi, lalu tiup keseluruh badan).


Selanjutnya, "Membaca QS. Al Waqi'ah, Yasiin, Al Mulk, dan Sholawat Nabi, kalau tertidurnya seperti ini maka akan mendapatkan Nur nya Nabi Muhammad SAW dan Nur Perwalian Ashabul Kahfi., " pungkasnya. (**)

0 Komentar