Kelompok Tani Negara Ratu Wates,Pesawaran Sampaikan Aspirasi Saat Reses

transparanlampung.com///Pesawaran — Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani di Desa Negara Ratu Wates, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, menyampaikan berbagai aspirasi dan keluhan saat kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Lampung, Mohammad Reza Berawi, Minggu (01/03/2026).


Kegiatan serap aspirasi tersebut dipusatkan di Dusun Tanjung Anom dan dihadiri ratusan warga, khususnya para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Negara Ratu.


Dalam sambutannya, Anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung itu menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional anggota dewan.


“Hari ini kita melaksanakan serap aspirasi. Mudah-mudahan pertemuan ini ada kemanfaatan bagi kita semua. Kehadiran saya di sini adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab DPRD, dan ini sudah diatur oleh undang-undang,” ujar Reza.


Ia menjelaskan, reses merupakan masa di mana anggota DPRD di semua tingkatan bekerja di luar masa sidang dengan turun langsung ke daerah pemilihan untuk menyerap, menerima, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.


“Saya berkunjung ke Desa Negara Ratu Wates ini untuk menyerap keluhan dan aspirasi masyarakat. Nantinya akan saya tembuskan ke Pemerintah Provinsi Lampung agar bisa masuk dalam perencanaan pembangunan,” tegasnya.


Reza berharap, pertemuan tersebut dapat membawa keberkahan sekaligus solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.


“Mudah-mudahan pertemuan ini bisa membawa berkah bagi kita semua,” imbuhnya.


Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, Eko Saputra. Ia menyampaikan bahwa sengaja menghadirkan perwakilan dari DPRD Provinsi Lampung agar persoalan yang belum terselesaikan di tingkat kabupaten dapat diperjuangkan bersama.


“Hari ini saya bawa senior dari provinsi. Apa yang belum bisa saya bereskan di Kabupaten Pesawaran, nanti bisa kita dorong bersama di tingkat provinsi,” ujarnya.


Eko juga menyinggung kondisi keuangan daerah yang tengah mengalami defisit, bahkan sebelum kebijakan efisiensi anggaran diterapkan. Menurutnya, keterbatasan fiskal menjadi tantangan dalam merealisasikan seluruh aspirasi masyarakat.


“Tanpa efisiensi saja kita sudah defisit, apalagi setelah ada kebijakan efisiensi. Tapi kita sama-sama berdoa agar ke depan PAD Kabupaten Pesawaran meningkat dan kondisi keuangan pusat juga kembali normal,” katanya.


Dalam sesi dialog, perwakilan warga, Joko, mengapresiasi kehadiran Reza Berawi yang bersilaturahmi langsung dengan masyarakat.


“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Anggota DPRD Provinsi Lampung yang sudah menyempatkan waktu bertemu dengan kami,” ujarnya.


Joko kemudian menyampaikan sejumlah persoalan mendesak yang menjadi perhatian warga dan kelompok tani.


Pertama, terkait infrastruktur kelistrikan. Warga berharap adanya penyempurnaan jaringan listrik, termasuk perapihan kabel dan penambahan tiang listrik di sejumlah dusun.


“Kami sangat berharap ada penambahan tiang dan perapihan kabel listrik, karena saat ini kondisinya belum rapi dan di beberapa dusun masih kurang,” jelasnya.


Kedua, persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi, khususnya pupuk jenis merah yang tahun lalu relatif melimpah, namun tahun ini sulit diperoleh.


“Tahun lalu pupuk melimpah, tapi tahun ini sulit sekali didapat. Kami mohon solusi agar petani tidak kesulitan saat musim tanam,” ungkap Joko.


Ketiga, warga mengusulkan pengadaan sumur bor untuk mendukung kebutuhan irigasi pertanian. Selama ini, sebagian petani masih mengandalkan mesin diesel yang dinilai boros dan memberatkan biaya produksi.


“Kami berharap ada bantuan sumur bor, karena selama ini masih menggunakan diesel,” tambahnya.


Menanggapi hal tersebut Reza berjanji akan mencatat aspirasi  dan membawa keluhan  keluhan tersebut dan memperjuangkan  keforum  DPRD untuk dibahas dengan OPD terkait . 


ia menegaskan senergi antara kabupaten dan provinsi diperlukan agar persolaan insfrastruktur  , pertanian dan sarana pendukung lainya bisa diselesaikan secara bertahap. 


Ini menjadi catatan khusus  bagi saya apalagi masalah krusial kelangkaan pupuk . Nanti saya akan kordinasikan dengan instansi terkait tegasnya

 ( * )

0 Komentar