Lampung Dipercaya Jadi Tuan Rumah PIT POGI 2027, Pemprov Perkuat Sinergi Tingkatkan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak
transparanlampung.com///Bandar Lampung – Provinsi Lampung resmi dipercaya menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Tahun 2027. Pemerintah Provinsi Lampung menyatakan siap berkolaborasi dalam menyukseskan penyelenggaraan agenda nasional tersebut sekaligus memperkuat upaya peningkatan pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan kesehatan reproduksi.
Komitmen itu disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menerima audiensi jajaran Pengurus Pusat (PP) POGI bersama POGI Cabang Lampung di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kantor Gubernur Lampung, Senin (27/7/2026).
Menurut Jihan, penyelenggaraan PIT POGI 2027 bukan sekadar agenda ilmiah nasional, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan POGI dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.
"Momentum PIT POGI 2027 menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan POGI. Kami berharap kolaborasi ini dapat diwujudkan dalam program-program nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak," ujar Jihan.
Ia menambahkan, Pemprov Lampung juga membuka peluang mengintegrasikan berbagai program kesehatan ibu dan reproduksi dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Untuk itu, Jihan meminta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung bersama POGI Cabang Lampung segera menyusun langkah teknis dan kebutuhan penyelenggaraan PIT 2027 agar seluruh persiapan dapat dilakukan secara matang sejak dini.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PP POGI, dr. Ulul Albab, Sp.OG., menjelaskan bahwa penunjukan Lampung sebagai tuan rumah PIT POGI 2027 merupakan hasil keputusan Pengurus Pusat setelah melalui proses seleksi yang dimulai sejak Kongres Obstetri dan Ginekologi Indonesia (KOGI) di Bali pada 2023.
Menurutnya, Lampung berhasil memperoleh kepercayaan untuk menjadi penyelenggara setelah bersaing dengan sejumlah daerah lain, termasuk Palembang.
"Ini merupakan amanah besar sekaligus bentuk kepercayaan Pengurus Pusat kepada POGI Lampung untuk menjadi tuan rumah Pertemuan Ilmiah Tahunan POGI Tahun 2027," katanya.
Ulul mengungkapkan, PIT POGI merupakan agenda ilmiah nasional yang diikuti sekitar 3.000 hingga 4.000 dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari seluruh Indonesia. Kegiatan berlangsung selama lima hingga tujuh hari dengan rangkaian pra-PIT, workshop, sidang ilmiah, kegiatan organisasi, hingga malam kebudayaan.
Selain meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, penyelenggaraan PIT POGI juga diperkirakan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah tuan rumah. Kehadiran ribuan peserta beserta keluarganya diyakini mampu menggerakkan sektor perhotelan, pariwisata, kuliner, transportasi, hingga UMKM lokal.
Ketua POGI Cabang Lampung, dr. Dino Rinaldy, Sp.OG., mengatakan pihaknya mulai mempersiapkan penyelenggaraan PIT 2027 sekaligus memperkuat implementasi program nasional POGI bertajuk SPRINT (Selamatkan Perempuan Indonesia) yang berfokus pada penurunan angka kematian ibu melalui penguatan layanan kesehatan perempuan.
Ia menjelaskan, POGI Lampung yang beranggotakan sekitar 110 dokter spesialis obstetri dan ginekologi selama ini aktif mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari audit kematian maternal, pelatihan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi baru lahir, pendampingan puskesmas, hingga skrining kanker serviks dan deteksi kehamilan berisiko tinggi.
Dino berharap penyelenggaraan PIT POGI 2027 tidak hanya sukses dari sisi pelaksanaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui meningkatnya kunjungan wisatawan, okupansi hotel, promosi UMKM, serta memperkuat citra Lampung sebagai daerah tujuan penyelenggaraan event nasional.
"Kami menargetkan PIT POGI 2027 sukses dari sisi penyelenggaraan, jumlah peserta, maupun manfaat yang dirasakan masyarakat. Karena itu, dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh pemangku kepentingan sangat kami harapkan," tutupnya.
(*)
