Wali Murid SMPN 1 Tuding Ada Pungli,Begini Penjelasan Kepseknya


Transparan Lampung. com,Tanggamus
-Adanya kebijakan dari pihak SMPN1 Kelumbayan Barat,Kabupaten Tanggamus dengan dalih pembelian buku LKS serta pembelian seragam batik dan seragam olehraga untuk siswa  dinilai sangat menekan para wali murid dan adanya dugaan Pungli.


Hal ini ditegaskan oleh salah satu wali murid SMPN 1 Kelumbayan Barat Kabupaten setempat kepada wartawan koran ini yang enggan namanya di publikasi,Rabu (25/09/2024).

Menurutnya dengan adanya kebijakan kepala sekolah SMPN 1 dalih melalui komite  melakukan penekanan secara tidak langsung kepada seluruh siswa untuk membeli LKS sebesar Rp 64.000 dan pembelian seragam Batik dan Baju olahraga Rp 650,000 merupakan salah satu perbuatan pungli yang dilakukan.


"Memang ia tidak ditekan tapi sengaja tidak lansung melalui surat yang di kirim,membuat siswa harus bayar karna apabila tidak bayar tidak dapet buku dan mengakibatkan tekan ke siswa malu karena tidak membayar,"jelasnya.


"Apalagi dalam tulisan di surat yang di kirim ke wali mudir itu setengah dipaksa untuk mengiakan seolah-olah wali murid harus setuju tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu,"tegasnya.


"Nah,terus kalau sekelas buku itu di beban ke wali murid pertanyaan saya dana bos itu guna nya buat apa,"jelasnya lagi.


Belum lagi terkait pembelian seragam Batik dan Baju olahraga yang dibebani kepada siswa sebesar Rp 650,000 tentunya dengan nilai tersebut terlalu memberatkan para wali murid.


"Tapi,ya itulah dalih komite, tentunya para wali murid juga terpakasa mengikuti kemauan pihak komite karna kalau tidak begitu malu juga anak kita beda dengan siswa yang lainya,"tegasnya.


Sementara itu saat di konfirmasi adanya hal ini selaku kepala sekolah SMPN 1 Kelumbayan Barat, Anwar Gunawan berkilah bahwa terkait LKS itu penyedia langsung menawarkan kepada wali siswa dengan surat pesanan siswa.


"Ya,kita diberikan kebebasan untuk mengambil atau tidak, sampai hari ini sekolah tidak pernah memberikan sanksi dalam bentuk apapun kepada siswa yang tidak membeli atau memesan LKS silahkan cek ke siswa bahkan kelas 9 tidak mengambil LKS KBM tetap berjalan,"kata Gunawan melalui cat Whastappnya di nomor 0812-7290-4xxx kepada wartawan media ini.


Saat di singgung terkait adanya pembelian Batik dan seragam olahraga? Gunawan menegaskan bahwa semua itu sudah sesuai dengan prosedural yang ada melalui komite.


"O,itu sudah sesuai prosedural sekolah tidak cawi-cawi itu sepenuhnya ranah komite dan konveksi dan saya Minggu kemarin sudah dapat laporan bagi siswa yang memesan barang sudah di terima oleh siswa100 %",pungkasnya (ydn).

0 Komentar