Transparan Lampung.com,Bandar Lampung -Anggota DPRD Kota Bandarlampung menegaskan bahwa salah satu budaya yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia adalah gotong-royong. Menurutnya, gotong-royong bukan hanya tradisi, tetapi juga menjadi jati diri bangsa yang harus terus dipertahankan.
Penegasan ini di ungkapkan oleh Anggota DPRD Kota Bandarlampung,Agus Purwanto (AP) dari fraksi Demokrat saat menggelar acara sosialisasi PIP-WK di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Kemiling, Kamis (25/09/2025).
Ia menjelaskan, gotong-royong merupakan wujud nyata nilai-nilai Pancasila, khususnya sila ketiga “Persatuan Indonesia”, yang mengajarkan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Budaya gotong-royong harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan,” ujarnya.
Lebih lanjut anggota Komisi IV DPRD juga mengajak masyarakat untuk tidak melupakan nilai kebersamaan di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi.Ia berharap generasi muda bisa menjadi pelopor pelestarian budaya gotong-royong melalui kegiatan sosial, kerja bakti, hingga aksi kemanusiaan.
Bukan hanya itu, legislator asal partai besutan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini memaparkan, jika pengamalan sila-sila Pancasila kerap kali dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bertutur sapa dengan tetangga, berprilaku yang sopan baik dengan yang tua dan yang lebih muda, bertoleransi antar umat beragama, menjaga silaturahmi, dan ikut serta dalam kegiatan gotong royong.
"Dan semua itu adalah pengamalan sila-sila yang terkandung di dalam Pancasila dan yang paling mendasar yang menjadi ciri khas budaya bangsa Indonesia adalah budaya gotong royong yang selalu digunakan masya Indonesia didalam kehidupan bermasyarakat," jelasnya.
Diketahui, sosialisasi PIP-WK yang digelar anggota Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung Agus Purwanto menghadirkan dua narasumber yakni Anggalana SH, dan Budi Harjo, dimana keduanya merupakan dosen di Provinsi Lampung.
Kedua narasumber memaparkan tentang bagaimana penerapan dan mengamalkan sila-sila Pancasila di dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana juga dengan wawasan kebangsaan dalam implementasi dimasyarakat baik berbangsa dan bernegara. (*/ydn).

0 Komentar