Kasus Kekerasan di SMPN 1 Gunung Sugih Naik Penyidikan, Oknum Guru Terancam Pidana dan Sanksi ASN

transparanlampung.com///Lampung tengah--
--Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum guru di lingkungan SMP Negeri 1 Gunung Sugih akhirnya resmi naik ke tahap penyidikan. Langkah cepat Polsek Gunung Sugih, Polres Lampung Tengah, menuai apresiasi publik di tengah sorotan keras terhadap kekerasan di dunia pendidikan.

Insiden tersebut terjadi pada Selasa, 23 Desember 2025, sekitar pukul 08.45 WIB. Korban diduga dianiaya secara fisik oleh rekan seprofesinya berinisial H di sebuah rumah kontrakan yang berada tepat di depan sekolah. Pemukulan disebut terjadi secara bertubi-tubi dan disaksikan langsung oleh guru lain berinisial DLG, yang turut menjadi korban saat mencoba melerai.


Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma psikologis serius dan rasa takut berkepanjangan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Polres Lampung Tengah dan dilimpahkan ke Polsek Gunung Sugih dengan Nomor Laporan Polisi LP/B/329/XII/2025/SPKT/Polres Lampung Tengah/Polda Lampung.


Tak berhenti di ranah pidana, keluarga korban juga menempuh jalur administratif dengan melaporkan dugaan pelanggaran disiplin ASN ke Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah. Inspektorat telah memanggil korban dan pelapor untuk dimintai klarifikasi.


Penyidik Polsek Gunung Sugih memastikan perkara telah memenuhi unsur pidana. Sejumlah saksi akan segera diperiksa, termasuk Kepala SMP Negeri 1 Gunung Sugih, serta dilakukan visum et repertum sebagai bagian dari penguatan alat bukti.


Secara hukum, terduga pelaku berpotensi dijerat Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Selain itu, statusnya sebagai ASN membuka peluang dijatuhkannya sanksi disiplin berat sesuai PP Nomor 94 Tahun 2021, mulai dari penurunan pangkat hingga pemberhentian.


Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa kekerasan di lingkungan pendidikan tidak dapat ditoleransi. Aparat penegak hukum dan pengawas internal pemerintah dituntut bertindak tegas demi menjaga marwah profesi guru serta rasa aman di lingkungan sekolah.

(Red)

0 Komentar