Pelantikan PW ISPI Lampung 2026–2031, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan dan Penguatan Ekonomi Daerah

transparanlampung.com//Lampung'-----Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menjadi keynote speaker dalam pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Insinyur dan Sarjana Peternakan Indonesia (PW ISPI) Provinsi Lampung periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan diskusi hilirisasi peternakan di Hotel Aston, Sabtu (9/5/2026).


Dalam sambutannya, Mirza menegaskan pentingnya peran ISPI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong transformasi sektor peternakan dari hulu hingga hilir. Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi dan memperkuat kontribusi profesi dalam pembangunan ekonomi daerah.


Menurut Mirza, Provinsi Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang besar untuk pengembangan sektor pertanian dan peternakan. Dengan luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare, sebagian besar lahan dinilai produktif dan dapat dioptimalkan untuk mendukung produksi pangan nasional.


“Lampung dianugerahi sumber daya yang sangat besar. Hampir seluruh wilayahnya bisa ditanami dan dikembangkan untuk berbagai komoditas,” ujarnya.


Ia menyebut sektor pertanian masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Dari sekitar 9 juta penduduk Lampung, sekitar 75 persen bergantung pada sektor tersebut.


Komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, dan hortikultura dinilai memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi daerah maupun nasional. Produksi padi Lampung disebut mencapai lebih dari 3 juta ton per tahun dengan tingkat konsumsi yang lebih rendah sehingga menghasilkan surplus. Sementara itu, produksi jagung yang sebagian besar digunakan untuk pakan ternak juga memiliki potensi besar, meski distribusi dan serapan pasar dinilai masih perlu ditingkatkan.


Mirza juga menyoroti pentingnya hilirisasi di sektor peternakan, khususnya dalam pengolahan pakan dan produk turunan. Menurutnya, selama ini banyak komoditas masih dijual dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal dirasakan petani dan peternak.


“Ke depan, kita ingin komoditas tidak lagi keluar dalam bentuk bahan mentah. Harus ada pengolahan di daerah agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat Lampung,” katanya.


Selain itu, Mirza menilai pendekatan pembangunan ekonomi yang berorientasi dari bawah atau bottom-up mulai memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani, termasuk melalui membaiknya harga komoditas seperti padi dan jagung.


Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, pertumbuhan ekonomi Lampung tercatat sekitar 5,58 persen. Di sisi lain, angka kemiskinan di Lampung juga disebut turun dari sekitar 10,56 persen menjadi 9,6 persen dalam setahun terakhir.


Meski demikian, Mirza mengakui tantangan hilirisasi masih cukup besar, terutama terkait infrastruktur, distribusi, dan investasi industri pengolahan. Karena itu, ia menilai organisasi profesi seperti ISPI memiliki peran penting dalam mendorong inovasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor.


“Kita tidak kekurangan potensi. Yang kita butuhkan adalah kolaborasi dan keberanian untuk mengubah cara kerja agar Lampung benar-benar menjadi lumbung peternakan Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Terpilih PW ISPI Lampung, Ir. Ari Susanto mengatakan pihaknya siap mendukung dan menjalankan program Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Lampung melalui sinergi dan kolaborasi untuk memajukan sektor peternakan di Lampung.


“Program-program Presiden Prabowo maupun Pemerintah Provinsi Lampung siap kami laksanakan melalui sinergi dan kolaborasi demi mewujudkan Lampung sebagai lumbung ternak Indonesia. Dengan kolaborasi ini, dampaknya harus benar-benar dirasakan para petani dan peternak,” ujar Ari.


Ketua Umum PB ISPI, Audy Joinaldy juga menilai Provinsi Lampung memiliki kekuatan besar di sektor peternakan. Ia mengapresiasi perhatian serius Gubernur Lampung terhadap pengembangan bidang pertanian dan peternakan.


Audy berharap PW ISPI Lampung segera merealisasikan program sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah melalui karya nyata di tengah masyarakat, khususnya di desa-desa.


“Saya berharap PW ISPI Lampung dapat menghadirkan inovasi pakan ternak murah melalui kreativitas dan teknologi baru yang berdampak langsung bagi petani dan peternak,” pungkasnya.

(Herwan)

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Pelantikan PW ISPI Lampung 2026–2031, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan dan Penguatan Ekonomi Daerah
  • Pelantikan PW ISPI Lampung 2026–2031, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan dan Penguatan Ekonomi Daerah
  • Pelantikan PW ISPI Lampung 2026–2031, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan dan Penguatan Ekonomi Daerah
  • Pelantikan PW ISPI Lampung 2026–2031, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan dan Penguatan Ekonomi Daerah
  • Pelantikan PW ISPI Lampung 2026–2031, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan dan Penguatan Ekonomi Daerah
  • Pelantikan PW ISPI Lampung 2026–2031, Gubernur Mirza Dorong Hilirisasi Peternakan dan Penguatan Ekonomi Daerah